This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 29 Mei 2015

Doa Untuk Anak Agar Beroleh Hidayah Sejak Di Sulbi Ayahnya

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTiqp3Tmh7KtHwPX8jW3VMjx-yBUo-tCHGzigBQQnpxIcDg_9DLATK-1bEwggzGUDRVHAcmtynK6TOfXAfgTWe1WgxxNtKFR4lB2D-DFqOVrmppgHbdbx2QHVxeTx9i0cTJenbDxDhPcM/s1600/bayi+islam+wanita.jpg

Ketika orang-orang musrik dari kalangan penduduk Thaif menolak seruan Nabi Muhammad SAW yang mengajak mereka untuk masuk agama Islam, lalu mereka mencaci dan melemparinya dengan batu, maka malaikat penjaga gunung menawarkan kepada Nabi Muhammad SAW bahwa ia bersedia untuk menimpakan dua bukit Makkah kepada mereka. Pada saat itu juga Nabi Muhammad SAW yang berhati lembut lagi penyayang menjawab :

"Aku berharap semoga Allah mengeluarkan dari sulbi mereka orang-orang yang mau menyembah Allah semata dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun." (Hadits riwayat Bukhari no. 2992, Kitab Bad-ul Khalqi, dan Muslim no. 3352 Kitabul Jihad was Siyar, dan lain-lainnya.)

Nabi Muhammad SAW memberikan bimbingan pula kepada kaum muslim agar melakukan hal-hal yang menghasilkan kemaslahatan bagi anak-anak mereka pada masa mendatang. untuk itu, beliau bersabda :

"Manakala seseorang di antara kalian sebelum menggauli istrinya terlebih dahulu mengucapkan : 'Bismillaahi, Alloohumma janibnaasy syaithoona wa jannibi syaithoona maa rozaqtanaa' (Dengan menyebut nama Allah, ya Allah, hindarkanlah kami dari gangguan setan dan hindarkanlah pula anak yang akam Engkau anugerahkan kepada kami dari gangguan setan), kemudian dilahirkanlah dari keduanya seorang anak, niscaya selamanya setan tidak akan dapat mengganggunya." (Muttafaq 'alaih)

Dalam Hadits ini terkandung anuran yang mengarahkan kepada kita bahwa sebaiknya permulaan yang kita lakukan dalam hal ini bersifat rabbani, bukan syaithani. Apabila disebutkan nama Allah pada permulaan senggama, berarti hubungan sebadan yang dilakukan oleh suami istri yang bersangkutan berlandaskan ketaqwaan kepada Allah dan dengan izin Allah SWT anaknya nanti tidak akan diganggu oleh setan.

Sesungguhnya Allah SWT telah memerintahkan kepada kita untuk memilih orang-orang yang shalih, baik laki-laki maupun perempuan, saat melakukan pernikahan, agar mereka berkemampuan untuk membesarkan dan mendidik generasi yang shalih. Demikianlah karena sesungguhnya bibit yang tidak shalih jelas tidak akan dapat memberikan keturunan yang shalih. Dalam sebuah pepatah disebutkan bahwa orang tidak memiliki sesuatu, pasti tidak dapat memberikannya. Sehubungan dengan hal ini, Allah SWT telah berfirman :

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang patut (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan." (QS. An-Nuur (24) : 32)

Makna yang semisal telah disebutkan oleh Nabi SAW dalam sabdanya yang mengatakan :

Pilih-pilihlah buat menitipkan nuthfah (benih) kalian; nikahilah orang-orang yang sekufu' (sepadan); dan nikahkanlah di antara sesama mereka."  (Hadits diketengahkan oleh Hakim dalam Kitab Mustadraknya juz 2, Kitabun Nikah no. 2687, Baihaqi dalam Kitab Sunanul Kubra juz 10 Kitabun Nikah no. 14060. Ibnu Majah juz 1 Kitabun Nikah no. 1968, Daruquthni juz 3 Kitabun Nikah no. 198, Dhiyaud Din Al-Maqdisi dalam Al-Haditsul Mukhtaarah juz 7, no. 2635, menurutnya sanad Hadits ini hasan. Ibnu Abu Syaibah dalam Kitab Mushannafnya juz 4, no. 17432, dinilai hasan oleh Al-Albani)

(Kutipan hal 31 s/d hal 33)